K A T A P E N G A N T A R
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT
yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami
berhasil menyelesaikan tugas laporan kimia ini dengan waktu yang tepat.Laporan ini membahas data secara runtut dan detail tentang
faktor-faktor yang mempengaruhi kesetimbangan.
Kami menyadari bahwa laporan data yang
disajikan ini masih jauh
dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat
membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan laporan ini.
Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan laporan data kimia ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.
Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan laporan data kimia ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.
Malang,06-12 -2012
Penyusun
D A F T A
R I S I
Kata pengantar
......................................................................................................................
i
Daftar Isi ................................................................................................................................
ii
Bab I
Latar Belakang ........................................................................................................................
1
Tujuan .....................................................................................................................................
1
Bab II
Teori Dasar .............................................................................................................................
2
Bab III
Percobaan 1
............................................................................................................................
3
Percobaan 2 ............................................................................................................................
5
Percobaan 3 ............................................................................................................................
7
B A B I
P E N D A H U L U A N
I. L A T A R B E L A K A
N G
Berdasarkan asas
Le Chatelier , diketahui bahwa sistem yang berada dalam kesetimbangan akan
selalu berusaha untuk mempertahankan kesetimbangannya . Dengan demikian ,
apabila terjadi aksi maka sistem akan mengalami pergeseran agar kesetimbangan
tercapai kembali . Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya pergeseran
kesetimbangan adalah perubahan konsentrasi , volume dan tekanan , serta suhu .
Perubahan ini dapat berupa penambahan atau pengurangan .Dan untuk
mengetahui lebih jelasnya tentang faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya
pergeseran kesetimbangan maka kita lakukan sebuah praktikum tentang kesetimbangan.
II. T U J U A N P E R C O
B A A N
-
Untuk mengetahui pengaruh Konsentrasi terhadap
Kesetimbangan.
-
Untuk mengetahui pengaruh Suhu terhadap
Kesetimbangan.
-
Untuk mengetahui pengaruh Katalis terhadap
Kesetimbangan.
B A B II
T E O R I D A S A R
I.
A S A
S L A
C H A T E L I E R
Asas La
Chatelier menyatakan: “Bila pada sistem kesetimbangan diadakan aksi, maka sistem
akan mengadakan reaksi sedemikian rupa sehingga pengaruh aksi itu menjadi
sekecil-kecilnya.”Perubahan dari keadaan kesetimbangan semula ke
keadaan kesetimbangan yang baru akibat adanya aksi atau pengaruh dari luar itu
dikenal dengan pergeseran kesetimbangan.
II.
P E N G
A R U H K O N S E N R AS I
III. P E N G
A R U H S U H U
Menurut VantHaff, Bila pada sistem kesetimbangan suhu dinaikkan, maka kesetimbangan reaksi akan bergeser ke arah yang membutuhkan kalor (ke arah reaksi endoterm).Bila suatu reaksi kesetimbangan suhu diturunkan, maka kesetimbangan akan bergeser ke arah yang membebaskan kalor (ke arah reaksi eksoterm).
IV.
P E N G
A R U H K A T A L I S A T O R
Penggunaan Katalisator akan
mempercepat tercapainya keadaan setimbang.Fungsi katalisator dalam reaksi
kesetimbangan adalah mempercepat tercapainya kesetimbangan dan tidak merubah
letak kesetimbangan (harga tetapan kesetimbangan Kc tetap), hal ini
disebabkan katalisator mempercepat reaksi ke kanan dan ke kiri sama besar.
I
S I
P
E R C O B A A N 1
PENGARUH
KONSENTRASI
A.
|
|
·
Pipa tetes
·
Pipet volume
·
Larutan Kobalt (II) klorida,
(CoCl2) 0,2 M
·
Larutan Asam Klorida (HCL) pekat
·
Larutan perak (I) nitrat (AgNO3)
1%
·
Aquades
B.
CARA KERJA
1.
Masukkan 20ml larutan CoCl2 0,2M ke dalam gelas kimia
2.
Tambahkan 40 ml larutan HCL pekat. Amati
perubahan warna larutan dalam gelas kimia.
3.
Bagi larutan tersebut menjadi dua bagian sama
banyak, kemudian masukkan masing-masing larutan ke dalam dua buah gelas kimia.
4.
Tambahkan 20 ml akuades ke dalam gelas kimia
pertama. Amati perubahan yang terjadi.
5.
Tambahkan beberapa tetes larutan AgNo3
ke dalam gelas kimia kedua hingga terbentuk endapan. Amati perubahan yang
terjadi dalam larutan.
6.
Catat semua pengamatan.
C.
TABEL
PENGAMATAN
No.
|
Reaktan
+ Perlakuan
|
Hasil
Pengamatan
|
1
|
CoCl2
+ HCl ( Larutan 1 )
|
Awalnya CoCl2 bewarna merah , tetapi setelah di tambah HCl
warnanya berubah menjadi pink.
|
2
|
Larutan
1 + H20
|
Awalnya larutan
bewarna pink , setelah ditambah H20 berubah menjadi semakin bening
.
|
3
|
Larutan
1 + AgNO3
|
Warna larutan berubah menjadi keruh dan
terdapat endapan .
|
D.
PERTANYAAN
1.
Perubahan apa yang terjadi saat campuran
larutan CoCl2 dan larutan HCL ditambah dengan aquades?
2.
Perubahan Apa yang terjadi saat campuran CoCl2
dan larutan HCL ditambah dengan larutan AgNO3 ?
3.
Tuliskan reaksi kesetimbangan yang terjadi
pada percobaan ini!
E.
J A W A B A
N
1.
Larutan 1 + H20 yang telah
diencerkan akan berubah warna menjadi lebih muda (bening). Sistem kesetimbangan
akan bergeser ke kiri apabila konsentrasi reaktan dikurangi dengan cara
pengenceran (dengan menambah air). Setelah dilakukan pengenceran yaitu dengan
menambahkan air system kesetimbangan bergeser ke arah kiri sehingga warna
produk menjadi lebih muda ( bening ).
2.
Larutan CoCl2 dan larutan HCL
ditambah dengan larutan AgNO3 teradi perubahan menjadi lebih
keruh. Perubahan intensitas warna menunjukkan arah pergeseran kesetimbangan.
Jika karena suatu “aksi” warna larutan bertambah keruh , hal itu menunjukkan
bahwa CoCl2
dan larutan HCL + larutan AgNO3 bertambah, berarti kesetimbangan
bergeser ke kanan. Pada percobaan ini harus digunakan tabung reaksi yang sama
ukurannya, karena intensitas warna larutan tidak hanya bergantung pada
konsentrasi spesi berwarna tetapi juga pada ketebalan atau tinggi larutan.
3.
CoCl2 (aq) + HCL (aq) CoCl2
(aq) + HCL (l)
F.
K E S I M P
U L A N
·
Penambahan konsentrasi salah satu zat
(berwujud aq atau gas) akan menyebabkan sistem kesetimbangan bergeser ke arah
yang berlawanan dari zat yang ditambah. Dengan kata lain, jika konsentrasi
reaktan ditambah maka kesetimbangan akan bergeser ke arah hasil reaksi.
Sedangkan jika konsentrasi hasil reaksi ditambah maka kesetimbangan akan
bergeser ke arah reaktan.
P
E R C O B A A N 2
P
E N G A R U H S U H U
|
|
A
L A T D A N B A H A N
·
·
Pembakar Spiritus
·
Kasa dan Kaki Tiga
·
Larutan tembaga (II) sulfat
(CuSO4) 0,1 M
·
Natrium Klorida (NaCl)
·
Air dingin / Es
B.
C A R A K E R J A
1.
Larutkan 5 gram NaCl ke dalam 100 ml larutan
CuSO4 0,1 M
2.
Panaskan larutan tersebut, amati perubahan
yang terjadi di dalam gelas
3.
Siapkan wadah berisi air dingin atau pecahan
es, rendam gelas kimia berisi larutan yang telah berubah warna ke dalamnya.
Amati kembali perubahan larutan tersebut. Catat hasil pengamatan.
C.
T A B E
L P E N G A M A T A N
No.
|
Reaktan + Perlakuan
|
Hasil
Pengamatan
|
1
|
NaCl + CuSO4
|
Warna
larutan Biru
|
2
|
Larutan dipanaskan
|
Warna
larutan Hijau
|
3
|
Larutan didinginkan
|
Warna
larutan Biru
|
D.
PERTANYAAN
1.
Perubahan apa yang terjadi pada larutan saat
dipanaskan dan didinginkan?
2.
Tuliskan persamaan reaksi yang terjadi pada
percobaan!
E.
J A W A B A
N
1. Warna
tembaga (II) sulfat sebelum dipanaskan adalah biru , sedangkan setelah
dipanaskan berwarna hijau. Saat larutan
didinginkan warna larutan menjadi
biru kembali. Apabila suhu dinaikkan larutan berwarna hijau , karena kesetimbangan
bergeser ke arah endoterm dengan
cara menyerap kalor. Apabila
suhu diturunkan, larutan menjadi berwarna biru dan kesetimbangan bergeser ke arah eksoterm dengan melepaskan kalor.
2. NaCl
(aq) + CuSO4 (aq) NaSO4
(aq) + CuCl2
3.
K E S I M P
U L A N
·
Peningkatan temperatur
atau suhu akan menyebabkan sistem bergeser ke arah reaksi endoterm
·
Penurunan temperatur
atau suhu akan mengakibatkan sistem bergeser ke arah reaksi eksoterm.
P
E R C O B A A N 3
P
E N G A R U H K A T A L I S
A.
|
|
·
Tabung Reaksi + Rak
·
Lidi
·
Korek Api
·
|
|
·
Serbuk Mn02
·
Aquades
B.
C A R A K E R J A
1.
Letakkan dua tabung reaksi pada rak tabung
reaksi
2.
Masukkan 10
ml aquades ke dalam tabung reaksi 1 dan 10 ml larutan H2O2 ke
dalam tabung reaksi 2
3.
Masukkan serbuk MnO2 ke dalam
tabung reaksi 1. Selanjutnya, masukkan lidi yang membara ke dalam tabung
reaksi, amati yang terjadi
4.
Masukkan serbuk MnO2 ke dalam
tabung reaksi 2. Selanjutnya masukkan lidi yang membara ke dalam tabung reaksi,
amati yang terjadi
5.
Catat hasil pengamatan anda
C.
T A B E
L P E N G A M A T A N
No.
|
Reaktan + Perlakuan
|
Hasil
Pengamatan
|
1
|
H2O + MnO2 + Bara lidi
|
Bara
api kurang membara
|
2
|
H2O2 + MnO2 + Bara lidi
|
Bara
api lebih membara
|
D.
PERTANYAAN
1.
Apa yang terjadi saat bara lidi dimasukkan ke
dalam tabung reaksi berisi H2O dan MnO2?
2.
Apa yang terjadi saat bara lidi dimasukkan ke
dalam tabung reaksi berisi H2O2 dan MnO2
3.
Apa penyebab terjadinya perbedaan pada bara
lidi tersebut?
E.
J A W A B A
N
1.
Bara api yang awalnya terang setelah
dimasukkan ke dalam tabung reaksi H2 O dan MnO2seketika
bara api itu redup.
2.
Bara api yang awalnya terang setelah
dimasukkan ke dalam tabung reaksi H2 O2 dan MnO2seketika
bara api itu semakin terang.
3. Penyebabnya
adalah H2 O2 merupakan katalis yang dapat menyebabkan
bara lidi semakin terang sedangkan pada
percobaan pertama tidak ada yang berperan sebagai katalis sehingga menyebabkan
bara api redup yang dikarenakan laju reaksi yang terjadi pada H2O +
MnO2 sangat lambat.
F.
K E S I M P
U L A N
·
Dalam kesetimbangan kimia laju reaksi hanya
digunakan untuk memepercepat laju reaksi untuk mencapai kesetimbangan.
·
Katalis tidak mempengaruhi pergeseran
kesetimbangan, jadi setelah keadaan setimbang katalis tidak berperan lagi.
·
Katalis akan menurunkan energi aktivasi yang
akan mempercepat laju reaksi.

0 komentar:
Posting Komentar