Minggu, 02 Agustus 2015

LAPORAN KESETIMBANGAN


K A T A P E N G A N T A R

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan tugas laporan kimia ini dengan waktu yang tepat.Laporan ini membahas  data secara runtut dan detail tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kesetimbangan.

Kami menyadari bahwa laporan data yang disajikan ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan laporan ini.

          Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan laporan data kimia ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.



Malang,06-12 -2012


Penyusun       











D A F T A R  I S I

Kata pengantar ...................................................................................................................... i
Daftar Isi ................................................................................................................................ ii
Bab I
Latar Belakang ........................................................................................................................ 1
Tujuan ..................................................................................................................................... 1
Bab II
Teori Dasar ............................................................................................................................. 2
Bab III
Percobaan 1 ............................................................................................................................ 3
Percobaan 2 ............................................................................................................................ 5
Percobaan 3 ............................................................................................................................ 7





B A B I
P E N D A H U L U A N


I.  L A T A R B E L A K A N G
Berdasarkan asas Le Chatelier , diketahui bahwa sistem yang berada dalam kesetimbangan akan selalu berusaha untuk mempertahankan kesetimbangannya . Dengan demikian , apabila terjadi aksi maka sistem akan mengalami pergeseran agar kesetimbangan tercapai kembali . Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya pergeseran kesetimbangan adalah perubahan konsentrasi , volume dan tekanan , serta suhu . Perubahan ini dapat berupa penambahan atau pengurangan .Dan  untuk mengetahui lebih jelasnya tentang faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya pergeseran kesetimbangan maka kita lakukan sebuah praktikum tentang kesetimbangan.
II.  T U J U A N P E R C O B A A N
-          Untuk mengetahui pengaruh Konsentrasi terhadap Kesetimbangan.
-          Untuk mengetahui pengaruh Suhu terhadap Kesetimbangan.
-          Untuk mengetahui pengaruh Katalis terhadap Kesetimbangan.




B A B  II
T E O R I  D A S A R

I.     A S A S  L A  C H A T E L I E R
Asas La Chatelier menyatakan: “Bila pada sistem kesetimbangan diadakan aksi, maka sistem akan mengadakan reaksi sedemikian rupa sehingga pengaruh aksi itu menjadi sekecil-kecilnya.”Perubahan dari keadaan kesetimbangan semula ke keadaan kesetimbangan yang baru akibat adanya aksi atau pengaruh dari luar itu dikenal dengan pergeseran kesetimbangan.

II.     P E N G A R U H  K O N S E N R AS I
Apabila dalam sistem kesetimbangan konsentrasi salah satu zat diperbesar, maka kesetimbangan akan bergeser ke arah yang berlawanan dari zat tersebut. Sebaliknya, jika konsentrasi salah satu zat dikurangi, maka kesetimbangan akan bergeser ke pihak zat tersebut.



III.     P E N G A R U H   S U H U
 
Menurut VantHaff, Bila pada sistem kesetimbangan suhu dinaikkan, maka kesetimbangan reaksi akan bergeser ke arah yang membutuhkan kalor (ke arah reaksi endoterm).Bila suatu reaksi kesetimbangan suhu diturunkan, maka kesetimbangan akan bergeser ke arah yang membebaskan kalor (ke arah reaksi eksoterm).


 
IV.     P E N G A R U H   K A T A L I S A T O R
Penggunaan Katalisator akan mempercepat tercapainya keadaan setimbang.Fungsi katalisator dalam reaksi kesetimbangan adalah mempercepat tercapainya kesetimbangan dan tidak merubah letak kesetimbangan (harga tetapan kesetimbangan Kc tetap), hal ini disebabkan katalisator mempercepat reaksi ke kanan dan ke kiri sama besar.




B A B III
I S I
P E R C O B A A N  1
PENGARUH KONSENTRASI


 
A.    

 
ALAT DAN BAHAN
·         Gelas Kimia 100ml
·         Pipa tetes
·         Pipet volume
·         Larutan Kobalt (II) klorida, (CoCl2) 0,2 M
·         Larutan Asam Klorida (HCL) pekat
·         Larutan perak (I) nitrat (AgNO3) 1%
·         Aquades

B.      CARA KERJA
1.       Masukkan 20ml larutan CoCl2  0,2M ke dalam gelas kimia
2.       Tambahkan 40 ml larutan HCL pekat. Amati perubahan warna larutan dalam gelas kimia.
3.       Bagi larutan tersebut menjadi dua bagian sama banyak, kemudian masukkan masing-masing larutan ke dalam dua buah gelas kimia.
4.       Tambahkan 20 ml akuades ke dalam gelas kimia pertama. Amati perubahan yang terjadi.
5.       Tambahkan beberapa tetes larutan AgNo3 ke dalam gelas kimia kedua hingga terbentuk endapan. Amati perubahan yang terjadi dalam larutan.
6.       Catat semua pengamatan.

C.      TABEL PENGAMATAN
No.
Reaktan + Perlakuan
Hasil Pengamatan
1
CoCl2 + HCl ( Larutan 1 )
Awalnya CoCl2  bewarna merah , tetapi setelah di tambah HCl warnanya berubah menjadi pink.
2
Larutan 1 + H20
Awalnya larutan bewarna pink , setelah ditambah H20 berubah menjadi semakin bening .
3
Larutan 1 + AgNO3
Warna larutan berubah menjadi keruh dan terdapat endapan .

D.     PERTANYAAN
1.       Perubahan apa yang terjadi saat campuran larutan CoCl2 dan larutan HCL ditambah dengan aquades?
2.       Perubahan Apa yang terjadi saat campuran CoCl2 dan larutan HCL ditambah dengan larutan AgNO3 ?
3.       Tuliskan reaksi kesetimbangan yang terjadi pada percobaan ini!

E.      J A W A B A N
1.       Larutan 1 + H20 yang telah diencerkan akan berubah warna menjadi lebih muda (bening). Sistem kesetimbangan akan bergeser ke kiri apabila konsentrasi reaktan dikurangi dengan cara pengenceran (dengan menambah air). Setelah dilakukan pengenceran yaitu dengan menambahkan air system kesetimbangan bergeser ke arah kiri sehingga warna produk menjadi lebih muda ( bening ).
2.       Larutan CoCl2 dan larutan HCL ditambah dengan larutan AgNO3 teradi perubahan menjadi lebih keruh. Perubahan intensitas warna menunjukkan arah pergeseran kesetimbangan. Jika karena suatu “aksi” warna larutan bertambah keruh , hal itu menunjukkan bahwa CoCl2 dan larutan HCL + larutan AgNO3 bertambah, berarti kesetimbangan bergeser ke kanan. Pada percobaan ini harus digunakan tabung reaksi yang sama ukurannya, karena intensitas warna larutan tidak hanya bergantung pada konsentrasi spesi berwarna tetapi juga pada ketebalan atau tinggi larutan.
3.       CoCl2 (aq) + HCL (aq)                                CoCl2 (aq) + HCL (l)

F.       K E S I M P U L A N
·         Penambahan konsentrasi salah satu zat (berwujud aq atau gas) akan menyebabkan sistem kesetimbangan bergeser ke arah yang berlawanan dari zat yang ditambah. Dengan kata lain, jika konsentrasi reaktan ditambah maka kesetimbangan akan bergeser ke arah hasil reaksi. Sedangkan jika konsentrasi hasil reaksi ditambah maka kesetimbangan akan bergeser ke arah reaktan.



P E R C O B A A N  2
P E N G A R U H  S U H U



 
 A L A T  D A N  B A H A N
·        

Gelas Ukur
·         Pembakar Spiritus
·         Kasa dan Kaki Tiga
·         Larutan tembaga (II) sulfat (CuSO4) 0,1 M
·         Natrium Klorida (NaCl)
·         Air dingin / Es

B.      C A R A  K E R J A
1.       Larutkan 5 gram NaCl ke dalam 100 ml larutan CuSO4 0,1 M
2.       Panaskan larutan tersebut, amati perubahan yang terjadi di dalam gelas
3.       Siapkan wadah berisi air dingin atau pecahan es, rendam gelas kimia berisi larutan yang telah berubah warna ke dalamnya. Amati kembali perubahan larutan tersebut. Catat hasil pengamatan.

C.      T A B E L  P E N G A M A T A N
No.
Reaktan + Perlakuan
Hasil Pengamatan
1
NaCl + CuSO4
Warna larutan Biru
2
Larutan dipanaskan
Warna larutan Hijau
3
Larutan didinginkan
Warna larutan Biru

D.     PERTANYAAN
1.       Perubahan apa yang terjadi pada larutan saat dipanaskan dan didinginkan?
2.       Tuliskan persamaan reaksi yang terjadi pada percobaan!

E.      J A W A B A N
1.       Warna tembaga (II) sulfat sebelum dipanaskan adalah biru , sedangkan setelah dipanaskan berwarna hijau. Saat larutan didinginkan warna larutan menjadi biru kembali. Apabila suhu dinaikkan larutan  berwarna hijau , karena kesetimbangan bergeser ke arah endoterm dengan cara menyerap kalor. Apabila suhu diturunkan, larutan  menjadi berwarna  biru dan kesetimbangan bergeser  ke arah eksoterm dengan melepaskan kalor.
2.       NaCl (aq) + CuSO4 (aq)                                      NaSO4 (aq) + CuCl2

3.      K E S I M P U L A N
·         Peningkatan temperatur atau suhu akan menyebabkan sistem bergeser ke arah reaksi endoterm
·         Penurunan temperatur atau suhu akan mengakibatkan sistem bergeser ke arah reaksi eksoterm.







P E R C O B A A N  3
P E N G A R U H  K A T A L I S

A.    

 

A L A T  D A N  B A H A N
·         Tabung Reaksi + Rak
·         Lidi
·         Korek Api
·        

 
Larutan hidrogen peroksida (H2O2)
·         Serbuk Mn02
·         Aquades

B.      C A R A  K E R J A
1.       Letakkan dua tabung reaksi pada rak tabung reaksi
2.       Masukkan 10 ml aquades ke dalam tabung reaksi 1 dan 10 ml larutan H2O2 ke dalam tabung reaksi 2
3.       Masukkan serbuk MnO2 ke dalam tabung reaksi 1. Selanjutnya, masukkan lidi yang membara ke dalam tabung reaksi, amati yang terjadi
4.       Masukkan serbuk MnO2 ke dalam tabung reaksi 2. Selanjutnya masukkan lidi yang membara ke dalam tabung reaksi, amati yang terjadi
5.       Catat hasil pengamatan anda

C.      T A B E L  P E N G A M A T A N
No.
Reaktan + Perlakuan
Hasil Pengamatan
1
H2O + MnO2 + Bara lidi
Bara api kurang membara
2
H2O2 + MnO2 + Bara lidi
Bara api lebih membara

D.     PERTANYAAN
1.       Apa yang terjadi saat bara lidi dimasukkan ke dalam tabung reaksi berisi H2O dan MnO2?
2.       Apa yang terjadi saat bara lidi dimasukkan ke dalam tabung reaksi berisi H2O2 dan MnO2
3.       Apa penyebab terjadinya perbedaan pada bara lidi tersebut?

E.      J A W A B A N
1.       Bara api yang awalnya terang setelah dimasukkan ke dalam tabung reaksi H2 O dan MnO2seketika bara api itu redup.
2.       Bara api yang awalnya terang setelah dimasukkan ke dalam tabung reaksi H2 O2 dan MnO2seketika bara api itu semakin terang.
3.      Penyebabnya adalah H2 O2 merupakan katalis yang dapat menyebabkan bara lidi semakin  terang sedangkan pada percobaan pertama tidak ada yang berperan sebagai katalis sehingga menyebabkan bara api redup yang dikarenakan laju reaksi yang terjadi pada H2O + MnO2 sangat lambat.

F.       K E S I M P U L A N
·         Dalam kesetimbangan kimia laju reaksi hanya digunakan untuk memepercepat laju reaksi untuk mencapai kesetimbangan.
·         Katalis tidak mempengaruhi pergeseran kesetimbangan, jadi setelah keadaan setimbang katalis tidak berperan lagi.
·         Katalis akan menurunkan energi aktivasi yang akan mempercepat laju reaksi.




0 komentar:

Posting Komentar

Template by:

Free Blog Templates