Senin, 03 Agustus 2015

LAPORAN LAJU REAKSI



BAB I
PENDAHULUAN


1.1  Latar Belakang
Laju reaksi menyatakan laju berkurangnya jumlah reaktan atau laju bertambahnya jumlah produk dalam satuan waktu. Satuan jumlah zat bermacam- macam, misalnya gram, mol, atau konsentrasi. Sedangkan satuan waktu digunakan detik, menit, jam, hari, ataupun tahun. Dalam reaksi kimia banyak digunakan zat kimia yang berupa larutan atau berupa gas dalam keadaan tertutup, sehingga dalam laju reaksi digunakan satuan konsentrasi (molaritas). Dan  untuk mengetahui lebih jelasnya tentang faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi maka kita lakukan sebuah praktikum tentang laju reaksi.

1.2  Tujuan Percobaan
-      Untuk mengamati faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi






BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Laju Reaksi
·Konsentrasi
Pada umumnya, reaksi akan berlangsung lebih cepat jika konsentrasi pereaksi diperbesar. Zat yang konsentrasinya besar mengandung jumlah partikel yang lebih banyak, sehingga partikel-partikelnya tersusun lebih rapat dibanding zat yang konsentrasinya rendah. Partikel yang susunannya lebih rapat, akan lebih sering bertumbukan dibanding dengan partikel yang susunannya renggang, sehingga kemungkinan terjadinya reaksi makin besar.
·   Luas Permukaan
Salah satu syarat agar reaksi dapat berlangsung adalah zat-zat pereaksi harus bercampur atau bersentuhan. Pada campuran pereaksi yang heterogen, reaksi hanya terjadi pada bidang batas campuran. Bidang batas campuran inilah yang dimaksud dengan bidang sentuh. Dengan memperbesar luas bidang sentuh, reaksi akan berlangsung lebih cepat.
·   Temperatur
Setiap partikel selalu bergerak. Dengan menaikkan temperatur, energi gerak atau energi kinetik partikel bertambah, sehingga tumbukan lebih sering terjadi. Dengan frekuensi tumbukan yang semakin besar, maka kemungkinan terjadinya tumbukan efektif yang mampu menghasilkan reaksi juga semakin besar. Suhu atau temperatur ternyata juga memperbesar energi potensial suatu zat. Zat-zat yang energi potensialnya kecil, jika bertumbukan akan sukar menghasilkan tumbukan efektif. Hal ini terjadi karena zat-zat tersebut tidak mampu melampaui energi aktivasi. Dengan menaikkan suhu, maka hal ini akan memperbesar energi potensial, sehingga ketika bertumbukan akan menghasilkan reaksi.
·   Katalis
Katalis adalah suatu zat yang berfungsi mempercepat terjadinya reaksi, tetapi pada akhir reaksi dapat diperoleh kembali. Fungsi katalis adalah menurunkan energi aktivasi, sehingga jika ke dalam suatu reaksi ditambahkan katalis, maka reaksi akan lebih mudah terjadi. Hal ini disebabkan karena zat-zat yang bereaksi akan lebih mudah melampaui energi aktivasi.





BAB III
DATA PRAKTIKUM

JUDUL: FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LAJU REAKSI
TANGGAL PRAKTIKUM : 23-10-2012

P E R C O B A A N  1
P E N G A R U H  L U A S P E R M U K A A N  T E R H A D A P
L A J U  R E A K S I

A.    A L A T  :
·         Tabung Reaksi
·         Stopwatch

B.     B A H A N  :
·         Pita Magnesium 4 cm
·         Larutan H2SO4  0.5 M

C.    C A R A  K E R J A :
1.       Potong pita magnesium menjadi dua sama panjang (@ 2 cm)
2.      Masukkan 5 ml larutan asam sulfat 0,5 M ke dalam tabung reaksi pertama , kemudian masukkan pita magnesium ke dalam tabung reaksi . Catat waku yang diperlukan hingga pita magnesium habis bereaksi.
3.      Masukkan 5 ml larutan asam sulfat 0,5 M ke dalam tabung reaksi kedua . Potong pita magnesium menjadi potongan kecil-kecil , kemudian masukkan pita magnesium yang telah dipotong – potong tersebut ke dalam tabung reaksi kedua . Catat waku yang diperlukan hingga pita magnesium habis bereaksi .





D.    H A S I L  P E N G A M A T A N

Percobaan
Reaktan
Waktu Reaksi
1
H2SO4  0,5 M + pita magnesium satu batang
1.25.63
2
H2SO4  0,5 M + potongan pita magnesium
0.46.78

E.     P E R T A N Y A A N
a)      Percobaan manakah yang berlangsung paling cepat di antara keduanya? Mengapa demikian?
b)      Tuliskan persamaan reaksi pada percobaan tersebut !

F.     J A W A B A N
a.)    Percobaan yang tercepat adalaah percobaan ke dua . Karena Laju reaksi dipengaruhi oleh luas permukaan.Semakin besar luas permukaan zat padat yang direaksikan semakin lambat laju reaksinya.Namun,semakin kecil luas permukaan zat padat yang direaksikan semakin cepat laju reaksi yang terjadi.Dalam percobaan pertama pita magnesium memiliki luas permukaan yang besar , sehingga lambat . Sedangkan pada percobaan yang kedua pita magnesium memiliki luas permukaan yang kecil karena sudah berupa potongan-potongan kecil , sehingga memiliki reaksi yang cepat .Hal tersebut terjadi karena dalam reaksi partikel dalam bentuk cair bertumbukan dengan partikel padat, peningkatkan luas permukaan dari zat padat meningkatkan kemungkinan tumbukan bertambah besar.Peningkatan jumlah tumbukan per detik meningkatkan laju reaksi.

b.)     Mg (s) + H2SO4                                      MgSO4 (aq) + H2 (g)





P E R C O B A A N  2
P E N G A R U H  K O N S E N T R A S I  T E R H A D A P
  L A J U  R E A K S I

A.    A L A T
·         Balon.
·         Gelas ukur  25 ml.
·         Erlenmeyer  100 ml.
·         Stopwatch

B.     B A H AN
·         Aluminium foil  1 lembar.
·         Larutan NaOH  0,5 M,  1 M ,  1,5 M,  2 M

C.    C A R A  K E R J A
1.      Potong lembaran aluminium foil menjadi potongan-potongan berukuran sekitar 1cm x 1cm lalu masukkan 10 potongan aluminium foil ke dalam balon.
2.      Isi erlenmeyer dengan larutan NaOH 0,5 M sebanyak 20 ml.
3.      Pasang balon pada mulut labu Erlenmeyer sedemikian rupa sehingga kedap dan jaga agar aluminium foil tidak terjatuh ke dalam larutan NaOH.
4.      Jatuhkan potongan-potongan aluminium foil ke dalam larutan NaOH dan pada saat potongan-potongan aluminium foil itu tepat jatuh ke dalam larutan NaOH ,tekan stopwatch. Untuk mempercepat reaksi kita dapat menggoncangkan  tabung Erlenmeyer ke kanan dan kiri .Pegang/sentuh Erlenmeyer untuk merasakan perubahan suhu.
5.      Hentikan stopwatch tepat ketika balon berdiri . Catat waktunya.
6.      Ulangi langkah-langkah tersebut menggunakan larutan NaOH 1 M,  1,5 M , dan 2 M.



D.    H A S I L  P E N G A M A T A N
Percobaan
Reaktan
Waktu reaksi
1
NaOH 0,5 M + aluminium foil
25 menit 19.03
2
NaOH 1 M + aluminium foil
22 menit 17.04
3
NaOH 1,5 M + aluminium foil
14 menit 17.72
4
NaOH 2  M + aluminium foil
11 menit 09.09

E.     P E R T A N Y A A N
a)      Mengapa balon dapat berdiri ?
b)      Percobaan manakah yang berlangsung paling cepat di antara keempatnya ? Mengapa demikian ?
c)      Tuliskan persamaan reaksi pada percobaan tersebut!
F.     J A W A B A N
a)       Reaksi antara aluminium dengan NaOH merupakan jenis reaksi eksoterm. Hal ini dapat dibuktikan dengan memegang erlenmeyer yang terasa panas pada saat terjadinya reaksi jika dibandingkan dengan sebelum bereaksi. Selain menghasilkan panas, reaksi ini juga menghasilkan gas hidrogen (H2) yang terkumpul di dalam balon sehingga balon menjadi mengembang dan berdiri.
b)      NaOH 2  M + aluminium foil.
Reaksi kimia akan berlangsung lebih cepat atau laju reaksi semakin besar jika konsentrasi zat yang bereaksi semakin besar. Hal ini disebabkan semakin besar konsentrasi pereaksi, maka semakin banyak partikel-partikel zat yang bereaksi. Akibatnya, kemungkinan tumbukan yang berhasil maka semakin banyak zat baru yang terbentuk. Dengan demikian, reaksi semakin cepat berlangsung.
Semakin besar (pekat) konsentrasi NaOH, laju reaksi akan semakin cepat. Hal ini dapat di jelaskan melalui teori tumbukan. Menurut teori tumbukan, aluminium foil dapat bereaksi dengan NaOH jika kedua zat tersebut saling bersentuhan (bertumbukan) banyak. Artinya, peluang tumbukan antara NaOH dan aluminium foil   akan semakin besar. Semakin banyak tumbukan yang terjadi, laju reaksi akan semakin cepat.

c)      Al (s)  + 3NaOH                      Al(OH)3 (aq) + 3Na+(aq)






P E R C O B A A N 3

P E N G A R U H  S U H U  T E R H A D A P

L A J U  R E A K S I


A. A L A T  :
·         Gelas Kimia 100 ml
·         Gelas Ukur 25 ml
·         Kertas bertanda “X”
·         Stopwatch
·         Kaki tiga + ka  ssa
·         Spidol

B.B A H A N  :
·         Garam Inggris ( MgSO4 )
·         Larutan Amonia ( NH4OH )

C. C A R A  K E R J A :
1.Larutkan 2 sendok makan garam inggris dalam air secukupnya yang ditempatkan dalam gelas kimia.
2.Bagilah larutan tersebut ke dalam empat wadah dengan volume yang sama
3.Ambil satu wadah dan taruh diatas kertas putih yang telah diberi tanda silang tersebut.
4.Tuang larutan amonia dalam volume yang sama dengan garam inggris. Catat waktu mulai dituang hingga tanda silang pada kertas terlihat kabur.
5.Ulangi percobaan diatas dengan memanaskan terlebih dahulu masing-masing wadah selama 1 menit, 2 menit, dan 3 menit.

D. H A S I L  P E N G A M A T A N
Percobaan
Reaktan
Waktu Pemanasan
Waktu Reaksi
1
MgSO4 + NH4OH
-
00.07.14
2
MgSO4 + NH4OH
1 menit
00.05.10
3
MgSO4 + NH4OH
2 menit
00.03.03
4
MgSO4 + NH4OH
3 menit
00.01.30

E. P E R T A N Y A A N
a)      Percobaan manakah yang berlangsung paling cepat di antara keempatnya? Mengapa demikian?
b)      Tuliskan persamaan reaksi yang terjadi!

F.  J A W A B A N
a)      Percobaan ke-empat, karena kenaikan suhu akan mempercepat laju reaksi, karena semakin banyak molekul2 reaktan yang dpt melampaui energi aktivasi (sehingga makin banyak jg yg bisa bereaksi).
b)      MgSO4 (aq)  + 2 NH4OH (aq)    Mg(OH)2 (aq) +  (NH4)2SO4 (aq)  



P E R C O B A A N 4

P E N G A R U H  K A T A L I S  T E R H A D A P

 L A J U  R E A K S I
A.    A L A T  :
·         Tabung Reaksi
·         Pemanas Spiritus
·         Sebatang Lidi

B.     B A H A N  :
·         Larutan hidrogen peroksida ( H2O2)
·         Hati sapi 50 gram
·         Jantung sapi 50 gram
·         Ginjal sapi 50 gram

C.    C A R A  K E R J A :
1.      Siapkan 4 buah tabung reaksi. Isi tabung reaksi pertama dengan hati sapi dan larutan H2O2 , tabung reaksi kedua dengan ginjal sapi dan larutan H2O2 , tabung reaksi ketiga dengan jantung sapi dan larutan H2O2 serta tabung reaksi keempat dengan larutan H2O2 saja.
2.      Amati perubahan yang terjadi dan bandingkan gelembung atau buihnya.
3.      Nyalakan api pada sebatang lidi dan dekatkan ke masing-masing mulut tabung reaksi. Amati dan bandingkan nyala api

D.    H A S I L  P E N G A M A T A N

Percobaan
Reaktan
Banyaknya Buih
Nyala Api
1
Hati sapi + H2O2
Sangat Banyak
Terang Sekali
2
Ginjal sapi + H2O2
Banyak
Terang
3
Jantung sapi + H2O2
Cukup Banyak
Cukup Terang
4
H2O2
Sedikit
Redup

E.PE R T A N Y A A N
a.   Percobaan manakah yang menghasilkan buih paling banyak dan nyala api paling besar serta  lama ? Mengapa demikian
 b.   Tuliskan persamaan reaksi penguraian yang terjadi pada H2O2 karena adanya enzim katalase dalam bahan tersebut !

F.J A W A B A N
a.)        Percobaan yang tercepat adalaah percobaan pertama . Dikarenakan hati adalah organ yang bekerja sebagai penawar racun yang artinya hati akan memproduksi banyak enzim katalase sebagai enzim yang akan menguraikan H2O2 yang merupakan senyawa hasil sampingan darimetabolisme sel-selnya dan juga racun yang datang dan masuk ke dalam tubuh. Selain itu semakin banyak buih yang dihasilkan dan semakin besarnyala api, itu berarti semakin banyak pula enzim katalase yang dikandung dalam organ tersebut.
Dari data di atas, dapat kita ketahui bahwa enzim bekerja pada substrat yang spesifik dan banyaknya produk dari reaksi yang dikatalisis enzim tersebut bergantung pada banyaknya substrat. Enzim yang berperan dalam percobaan ini adalah enzim katalase yang banyak terdapat dalam sel-sel hati dan dalam jumlah normal terdapat dalam sel. Dan yang berperan sebagai substrat ialah senyawa H2O2 yang banyak terdapat dalam sel-sel hati dan juga di sel-sel dari beberapa organ lainnya. H2O2 itu sendiri merupakan senyawa sampingan yang dihasilkan dari metabolisme sel. H2O2 merupakan racun yang dapat mematikan sel yang memproduksinya, oleh karena itu dibutuhkanlah enzim untuk menguraikansenyawa tersebut menjadi tidak beracun.Enzim pengurai H2O2 lazim disebut dengan enzim katalase.


            
Enzim Katalase
b.) 2H2O2 (aq)                                                              2H2O (l) + O2 (g)
 
 


BAB IV
PENUTUP
K E S I M P U L A N
·   Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi adalah luas permukaan , konsenrasi , suhu , dan katalis .
·   Laju reaksi dipengaruhi oleh luas permukaan.Semakin besar luas permukaan zat padat yang direaksikan semakin lambat laju reaksinya.Namun,semakin kecil luas permukaan zat padat yang direaksikan semakin cepat laju reaksi yang terjadi. Hal tersebut terjadi karena dalam reaksi partikel dalam bentuk cair bertumbukan dengan partikel padat, peningkatkan luas permukaan dari zat padat meningkatkan kemungkinan tumbukan bertambah besar.Peningkatan jumlah tumbukan per detik meningkatkan laju reaksi.
·   Suatu reaksi akan berlangsung lebih cepat jika konsentrasi pereaksi semakin besar. Konsentrasi yang pekat mengandung partikel lebih rapat, sehingga kemungkinan terjadi tumbukan antar partikel semakin besar. Hal ini berakibat laju reaksi yang terjadi semakin besar.
·   Kenaikan suhu akan mempercepat laju reaksi, karena semakin banyak molekul2 reaktan yang dpt melampaui energi aktivasi (sehingga makin banyak jg yg bisa bereaksi).
·   Suatu bahan/unsur yang memproduksi banyak enzim katalase sebagai enzim yang akan menguraikan H2O2 yang merupakan senyawa hasil sampingan darimetabolisme sel-selnya dan juga racun yang datang dan masuk ke dalam tubuh.

0 komentar:

Posting Komentar

Template by:

Free Blog Templates